Peringati HANI 2026, Gubernur Zainal Paliwang Ingatkan Ancaman Narkoba Jaringan Internasional di Perbatasan Kaltara

TANJUNG SELOR, NEAZONE.ID – Posisi strategis Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang berbatasan langsung dengan Malaysia menyimpan tantangan besar di sektor keamanan, khususnya ancaman penyelundupan barang haram lintas negara.

Hal ini menjadi sorotan utama Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., saat memimpin Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 secara hibrid bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) RI di Aula Lantai 1 Kantor Gubernur Kaltara, Kamis (23/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Zainal mengingatkan bahwa tingginya mobilitas masyarakat di kawasan perbatasan menjadikan Kaltara sebagai sasaran empuk sindikat narkoba luar negeri.

“Kalimantan Utara bukan sekadar wilayah perlintasan, tetapi beranda depan negara. Kondisi ini membuat kita sangat rentan terhadap infiltrasi sindikat narkotika internasional,” kata Zainal Paliwang saat menyampaikan amanatnya.

Zainal turut memaparkan keprihatinannya atas data nasional 2025, di mana prevalensi pengguna narkoba di Indonesia mencapai 2,11 persen atau sekitar 4,15 juta jiwa pada kelompok usia produktif (15–64 tahun).

“Dampak narkoba ini sangat masif, tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga meruntuhkan ekonomi keluarga, memicu tindak kriminalitas, hingga merusak ketahanan nasional,” jelas Mantan Wakapolda Kaltara tersebut.

Sebagai solusi konkret, Pemprov Kaltara telah memiliki Perda Nomor 3 Tahun 2024 tentang P4GN dan Prekursor Narkotika sebagai payung hukum tindakan tegas di perbatasan. Zainal pun mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, tokoh agama, hingga aparat penegak hukum untuk saling bahu-membahu membentengi generasi muda Kaltara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *