DPRD Kaltara Muhammad Nasir Minta Pelaku Penyekapan Mahasiswi Asal Nunukan Dihukum Berat

NUNUKAN, NEAZONE.ID — Anggota Fraksi PKS DPRD Kalimantan Utara, Muhammad Nasir, meminta aparat penegak hukum memberikan hukuman berat terhadap pelaku dugaan penyekapan dan kekerasan seksual terhadap seorang mahasiswi asal Kabupaten Nunukan yang terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan.

Nasir menegaskan, kasus yang menimpa mahasiswi berinisial MA (21) tersebut bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan persoalan serius terkait perlindungan perempuan dan anak daerah yang sedang menempuh pendidikan di luar Kalimantan Utara.

“Perbuatan pelaku ini sangat biadab dan tidak berperikemanusiaan. Kami meminta aparat penegak hukum untuk menangkap pelaku secepatnya dan memberikan hukuman yang setimpal sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegas Muhammad Nasir saat dimintai tanggapan terkait kasus tersebut, Sabtu (16/5).

Berdasarkan informasi yang beredar, korban diduga menjadi korban modus lowongan kerja palsu melalui media sosial Facebook. Pelaku menawarkan pekerjaan sebagai baby sitter dengan gaji Rp3 juta per bulan.

Korban yang diketahui merupakan mahasiswi asal Nunukan kemudian datang memenuhi panggilan kerja tersebut, sebelum akhirnya diduga disekap dan mengalami kekerasan seksual selama tiga hari di sebuah rumah kontrakan di kawasan Kelurahan Barombong, Makassar.

Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah video penyelamatan korban viral di media sosial. Korban disebut ditemukan dalam kondisi lemas dengan tangan terikat.

Muhammad Nasir meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan Pemerintah Kabupaten Nunukan tidak hanya fokus terhadap proses hukum, tetapi turut memberikan pendampingan menyeluruh kepada korban dan keluarganya.

“Kami juga mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara maupun Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk memberikan pendampingan hukum kepada korban dan keluarganya, termasuk pendampingan psikologis sampai korban benar-benar pulih. Kita bisa membayangkan trauma berat yang dialami korban akibat kejadian ini,” ujarnya.

Menurutnya, korban membutuhkan perhatian serius karena dampak kekerasan seksual tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga dapat meninggalkan trauma mental berkepanjangan yang mempengaruhi masa depan korban.

“Jangan sampai setelah kasus ini viral lalu perhatian berhenti. Korban harus didampingi sampai pulih, baik secara mental maupun sosial. Negara harus hadir melindungi warganya,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Nasir juga mengapresiasi langkah cepat Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, yang disebut langsung memberikan perhatian terhadap penanganan korban serta berkoordinasi dengan pihak kepolisian di Sulawesi Selatan.

“Kami mengapresiasi respon cepat Bapak Gubernur Kalimantan Utara yang langsung bergerak cepat memberikan perhatian terhadap korban, bahkan berkoordinasi dan bertemu dengan Kapolda Sulawesi Selatan. Ini menunjukkan kehadiran pemerintah daerah terhadap warganya yang sedang tertimpa musibah,” katanya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan seluruh pihak terkait dapat mempercepat penanganan kasus sekaligus memastikan korban memperoleh perlindungan maksimal.

Muhammad Nasir juga mengingatkan masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa, agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan melalui media sosial yang belum jelas kebenarannya.

“Kita meminta masyarakat lebih waspada terhadap modus lowongan kerja palsu di media sosial. Jangan mudah percaya tanpa memastikan identitas dan legalitas pihak yang menawarkan pekerjaan,” pungkasnya. (adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *