Reses di Lapangan Borneo, Agus Salim Siap Kawal Aspirasi Petani Malinau

DPRD Kaltara12 Views

MALINAU – Lapangan Borneo di Kuala Lapang, Kecamatan Malinau Barat, mendadak ramai oleh kedatangan warga pekan kemarin. Mereka berbondong-bondong menghadiri agenda reses Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Agus Salim, demi menyampaikan langsung keluh kesah dan harapan mereka kepada sang wakil rakyat.

Dalam ruang dialog yang berlangsung hangat tersebut, jeritan hati para petani dan pekebun mendominasi jalannya diskusi. Warga mengeluhkan sulitnya mengakses bantuan pemerintah, mulai dari urusan bibit, pupuk, alat mesin pertanian (alsintan), hingga sokongan dana untuk memperluas area perkebunan mereka.

Mendengar langsung keluhan konstituennya, legislator dari Partai Gerindra ini sepakat bahwa sektor agraria adalah urat nadi utama bagi perputaran ekonomi di Bumi Intimung. Menurut Agus Salim, perhatian pemerintah tidak boleh kendor jika ingin produktivitas masyarakat lokal melejit.

“Banyak masyarakat yang berharap bantuan pertanian dan perkebunan bisa lebih mudah diakses. Ini menjadi perhatian serius bagi saya dan akan kami kawal ketat agar masuk dalam skema program prioritas pemerintah,” tegas Agus Salim.

Politisi daerah pemilihan (Dapil) III Malinau ini juga menggaransi bahwa seluruh catatan yang ia bawa dari Lapangan Borneo akan diperjuangkan secara maksimal dalam meja pembahasan bersama Pemerintah Provinsi Kaltara. Ia menegaskan, reses bukanlah panggung formalitas tahunan untuk menggugurkan kewajiban semata.

“Kami ingin aspirasi masyarakat tidak berhenti di forum kemarin saja. Semua usulan akan kami perjuangkan dan dikawal agar bisa segera direalisasikan dalam bentuk program nyata,” tambahnya.

Selain urusan sejumput pupuk dan bibit, masyarakat Kuala Lapang juga menitipkan harapan terkait perbaikan infrastruktur jalan tani dan penunjang ekonomi lainnya. Menanggapi hal itu, Agus Salim menilai pembangunan di wilayah pedesaan harus digenjot secara merata agar asas keadilan pembangunan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat bawah.

Di akhir dialog, ia meminta warga Malinau Barat untuk tidak bosan bersuara dan mengawal kinerja para wakilnya di parlemen. Menurutnya, komunikasi dua arah yang aktif adalah kunci utama agar arah pembangunan daerah bisa berjalan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan riil di lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *