Serap Aspirasi Anak Muda dan Pelaku UMKM, Herman Bedah Tiga Isu Krusial untuk Masa Depan Tanjung Selor

TANJUNG SELOR, NEAZONE.ID – RN Coffee mendadak riuh oleh diskusi hangat pada pekan ini. Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Herman, S.Pi, sengaja memilih tempat nongkrong populer ini sebagai ruang santai untuk menyerap aspirasi warga dalam agenda reses Masa Persidangan III Tahun 2026.

Bukan sekadar formalitas, legislator dari Fraksi PKB ini memanfaatkan momen tersebut untuk membedah tiga isu krusial yang paling dekat dengan denyut nadi masyarakat saat ini: ekonomi kreatif (ekraf), potret dunia pendidikan, serta tata kelola Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Forum yang didominasi oleh generasi muda, mahasiswa, pelaku UMKM, dan komunitas kepemudaan ini berlangsung interaktif. Mereka secara blak-blakan menyampaikan “curhatan” dan tantangan nyata yang dihadapi di lapangan.

Isu ekonomi kreatif menjadi primadona dalam diskusi tersebut. Para perwakilan anak muda mengeluhkan terbatasnya ruang (space) untuk mengeksplorasi kreativitas, sulitnya akses pemasaran produk lokal, hingga minimnya sentuhan dukungan dari pemerintah daerah.

Menanggapi hal itu, Herman yang merupakan legislator asal Dapil II (Bulungan–Tana Tidung) ini menegaskan bahwa potensi anak muda di Tanjung Selor sangat melimpah. Sayangnya, potensi besar ini belum terwadahi dengan maksimal.

“Ekonomi kreatif ini punya peluang besar berkembang di Tanjung Selor. Tinggal bagaimana dukungan pemerintah bisa benar-benar hadir dan dirasakan langsung oleh anak-anak muda serta pelaku usaha,” ujar Herman optimis.

Tak hanya soal ekraf, sektor pendidikan juga mendapat sorotan tajam. Para peserta diskusi mencemaskan kualitas pendidikan daerah yang dinilai belum sepenuhnya siap mencetak generasi muda yang mampu bersaing di masa depan.

Herman sepakat bahwa dunia pendidikan di Kaltara harus berbenah dan bertransformasi mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja.

“Pendidikan tidak boleh berjalan biasa-biasa saja. Harus ada penguatan kualitas yang radikal supaya generasi muda kita punya daya saing tinggi dan siap menghadapi tantangan ke depan,” tegasnya.

Tantangan di sektor riil juga dikupas tuntas. Pelaku usaha mikro yang hadir menggarisbawahi pentingnya pendampingan berkelanjutan, mulai dari perbaikan manajemen usaha hingga kemudahan pengurusan legalitas.

Bagi Herman, UMKM adalah fondasi utama ekonomi daerah yang tidak boleh diabaikan. Oleh karena itu, penguatan tata kelola menjadi harga mati agar usaha masyarakat punya daya tahan yang kuat.

“UMKM ini adalah tulang punggung ekonomi masyarakat. Karena itu, penguatan tata kelola dan pendampingan usaha secara konsisten menjadi hal yang sangat krusial,” tambahnya.

Di akhir diskusi, Herman berkomitmen penuh untuk mengawal seluruh aspirasi, ide, dan keluhan yang mengemuka dalam reses ini. Ia memastikan suara-suara dari RN Coffee tersebut akan diperjuangkan di meja parlemen DPRD Kaltara agar bisa dikonversi menjadi kebijakan konkret dan program nyata oleh pemerintah daerah. (adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *