Terganjal Geografis, DPRD Kaltara: Pembangkit Mandiri Jadi Solusi Realistis bagi Long Pipa dan Long Sule

DPRD Kaltara12 Views

MALINAU, NEAZONE.ID – Tantangan geografis yang berat di wilayah pedalaman Kabupaten Malinau menuntut inovasi dan solusi nyata dalam penyediaan infrastruktur. Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltara, Hendri Tuwi, menyatakan bahwa perluasan jaringan listrik konvensional tidak bisa disamaratakan untuk semua desa di Kayan Hilir.

Langkah penanganan dipetakan menjadi dua metode berdasarkan aksesibilitas wilayah. Untuk desa yang berada dekat dengan pusat kegiatan, optimalisasi perluasan jaringan utama milik PT PLN (Persero) menjadi harga mati yang harus segera direalisasikan.

Pusat perhatian ditujukan pada tiga wilayah krusial, yakni Desa Data Dian, Desa Metun, dan Desa Sungai Anai. Ketiga kawasan ini dinilai paling siap secara teknis untuk segera diintegrasikan dengan sistem kelistrikan utama yang sudah berjalan di Apau Kayan.

Namun, skema yang sama dipastikan tidak akan berjalan efektif untuk wilayah pedalaman yang lebih jauh. Masalah aksesibilitas ini dialami langsung oleh masyarakat yang menetap di wilayah Desa Long Pipa dan Desa Long Sule.

Hendri menjelaskan bahwa menarik kabel jaringan utama dari pusat kecamatan ke dua desa tersebut adalah hal yang mustahil secara teknis dan ekonomis saat ini. Faktor jarak yang membelah hutan dan perbukitan menjadi dinding pembatas utama.

“Untuk Long Pipa dan Long Sule memang perlu solusi khusus. Tidak memungkinkan terkoneksi dengan jaringan utama karena faktor jarak dan akses yang sangat jauh, sehingga perlu pembangkit mandiri,” urainya.

Melalui analisis tersebut, pembangunan pembangkit listrik mandiri (off-grid) dinilai sebagai opsi paling logis. Langkah ini dipandang sebagai satu-satunya jalan keluar agar pasokan energi di wilayah terisolasi tersebut dapat berjalan secara mandiri dan berkelanjutan. (adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *