Bahas Kelestarian Mangrove, Pemprov Kaltara Gelar Rapat Koordinasi Bersama Kemenko Pangan

TANJUNG SELOR, NEAZONE.ID– Komitmen besar terhadap kelestarian lingkungan pesisir dan kesejahteraan masyarakat ditunjukkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara).

Pemprov Kaltara kini bergerak cepat mematangkan persiapan Proyek Karbon Biru Mangrove for Coastal Resilience (M4CR). Melalui skema ini, hutan mangrove Kaltara diproyeksikan menjadi sumber ekonomi baru melalui perdagangan karbon.

Rapat koordinasi penting ini digelar di Kantor Gubernur Kaltara pada Selasa (14/7), mempertemukan Gubernur Kaltara Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., dengan Deputi dari Kemenko Bidang Pangan RI, Nani Hendiarti.

Manfaat Ganda untuk Pesisir Kaltara

Gubernur Zainal menegaskan, proyek internasional ini mengusung misi ganda yang sangat menguntungkan daerah.

“Program ini tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi yang dapat dirasakan oleh masyarakat pesisir,” ungkap Zainal di depan forum rapat.

Kaltara akan berfokus penuh pada Sub-Komponen 1.4 yang membidangi zonasi rehabilitasi dan perlindungan kawasan mangrove dari kerusakan akibat aktivitas ilegal atau abrasi.

Gandeng Tiga Kabupaten Strategis

Untuk memuluskan proyek M4CR ini, Pemprov Kaltara merangkul tiga kabupaten yang memiliki luasan mangrove potensial, yaitu Kabupaten Bulungan, Kabupaten Tana Tidung, dan Kabupaten Nunukan.

Agenda ini juga dihadiri Wakil Gubernur Ingkong Ala, Sekprov H. Denny Harianto, Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, serta perwakilan dari Kementerian Kehutanan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *