Dapat Hibah Rp 19,99 Miliar dari Forest Programme VI, Pemprov Kaltara Fokus Pulihkan Mangrove di Tarakan dan KTT

TANJUNG SELOR, NEAZONE.ID – Komitmen Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dalam isu perubahan iklim global kembali membuahkan hasil. Kaltara resmi memperoleh kucuran dana hibah sebesar EUR 392.121 atau setara Rp 19,99 miliar lewat Forest Programme (FP) VI.

Pendanaan internasional periode 2026–2028 ini menyasar dua wilayah percontohan, yakni kawasan kerja UPTD KPH Tarakan dan UPTD KPH Tana Tidung.

Pada kucuran tahap pertama tahun 2026, dana yang akan dikucurkan mencapai Rp 10,74 miliar, dengan alokasi Rp 7,64 miliar untuk Kota Tarakan dan Rp 3,10 miliar untuk Kabupaten Tana Tidung (KTT).

Posisi Kaltara memang sangat krusial dalam peta iklim nasional. Kaltara menyumbang sekitar 326.396 hektare kawasan mangrove atau hampir 10 persen dari total 3,44 juta hektare mangrove di Indonesia.

Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menginstruksikan agar alokasi dana jumbo ini benar-benar menyentuh akar rumput.

“Perlindungan mangrove tidak boleh berhenti di dokumen perencanaan. Program ini harus benar-benar meningkatkan kesejahteraan petambak dan nelayan. Kita ingin investasi hijau ini menjawab ancaman abrasi sekaligus menjaga produktivitas usaha warga,” ujar Gubernur Zainal.

Kepala Dinas Kehutanan Kaltara, Nur Laila, S.Hut., M.Si., menambahkan bahwa keterpilihan Kaltara tak lepas dari kesiapan data pemetaan dan transparansi tata kelola kelembagaan di tingkat tapak.

“Di Tana Tidung, program kami arahkan pada pengembangan tambak ramah lingkungan (silvofishery). Sementara Tarakan diproyeksikan menjadi pusat penelitian, laboratorium hidup, serta ekowisata mangrove. Kami ingin membuktikan bahwa memulihkan mangrove justru memperkuat keberlanjutan ekonomi petambak,” jelas Nur Laila.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *