Agen BULAN Diluncurkan, Perluas Transaksi Non Tunai di Bulungan

Bulungan, NEAZONE.ID – Upaya digitalisasi pengelolaan keuangan daerah kembali diperkuat oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan.

Melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Pemkab resmi meluncurkan Agen BULAN (Bulungan Akuntabilitas Non Tunai) yang dirangkai dengan bimbingan teknis (bimtek) pengelolaan keuangan digital.

Agen BULAN terdiri dari para bendahara sub unit pengelola dana Non-RKUD yang akan menjadi motor utama dalam memperluas penerapan transaksi non tunai, khususnya di satuan pendidikan dan fasilitas kesehatan.

Kehadiran Agen BULAN menandai langkah baru dalam meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan efisiensi keuangan daerah.

Saat ini, Kabupaten Bulungan tercatat memiliki 408 sub unit pengelola dana Non-RKUD, mulai dari rumah sakit, puskesmas, PAUD, TK, SD hingga SMP negeri maupun swasta.

Dari jumlah itu, 91 persen atau 365 sub unit telah menerapkan transaksi non tunai melalui Aplikasi Transaksi Keuangan Pemerintah (ATKP) Bankaltimtara.

Namun, sejumlah persoalan mendasar masih ditemui.  Proses validasi saldo dana BOS, BOP PAUD, BOK hingga pendapatan BLUD masih dilakukan secara manual.

Selain itu, banyak pelaku usaha lokal di wilayah 3T yang belum memiliki rekening Bankaltimtara sehingga pembayaran kepada mereka harus melalui kliring atau pemindahbukuan manual.

Kondisi tersebut membuat transaksi membutuhkan waktu lebih lama dan menimbulkan biaya tambahan. Dengan hadirnya Agen BULAN, Pemkab Bulungan berharap proses-proses tersebut bisa lebih sederhana, cepat, dan efisien.

Program ini juga ditargetkan mampu membuka akses perbankan bagi pelaku usaha lokal serta memperkuat akurasi penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD).

Bupati Bulungan, Syarwani, mengapresiasi langkah BKAD bersama mitra strategis seperti Bank Indonesia, OJK, Bankaltimtara, BPKP, dan Inspektorat yang telah mendorong percepatan digitalisasi keuangan daerah.

“Peluncuran program BULAN ini tidak hanya menjadi simbol inovasi, tetapi diharapkan menjadi motor penggerak perubahan menuju pemerintahan daerah yang berbasis data dan teknologi,” tegasnya.

Ia berharap para peserta bimtek dapat memahami pengelolaan transaksi non tunai, sistem perbankan digital, hingga mekanisme pelaporan yang modern.

Bupati juga menekankan pentingnya memperluas pemanfaatan transaksi non tunai di berbagai layanan publik.

Dengan diluncurkannya Agen BULAN, Pemkab Bulungan menegaskan komitmennya menjadikan digitalisasi sebagai fondasi utama tata kelola pemerintahan modern yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel.

“Misalnya digitalisasi pembayaran tiket speedboat di Pelabuhan Kayan II, rekam medis digital, dan seterusnya. Saya juga berharap aplikasi yang ada dapat diintegrasikan menjadi satu kesatuan agar memudahkan para operator pada masing-masing unit kerja,” pungkasnya. (Adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *