Generasi Z Tarakan Jadi Agen Perubahan: Edu Mangrove Padukan Teknologi, Riset, dan Penanaman Nyata

Tarakan, NEAZONE.ID – Komunitas Riset dan Lingkungan ‘Naturisia’ sukses menyelenggarakan kegiatan edukasi dan aksi lingkungan bertajuk “Edu Mangrove” di kawasan pesisir Mamburungan, Tarakan, pada Minggu (23/11). Acara ini diikuti oleh hampir 80 peserta yang sebagian besar berasal dari kalangan Generasi Z, termasuk mahasiswa dan anggota komunitas pemuda di Kalimantan Utara (Kaltara), menandakan tingginya antusiasme kaum muda terhadap isu pelestarian lingkungan.

Shutterstock

Kegiatan ini merupakan bagian dari Post Program Innovation (PPI) yang digagas oleh Anissa Fitria, delegasi terpilih Kaltara dalam ajang bergengsi Singapore Indonesia Youth Leaders Exchange Program (SIYLEP) 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI.

Tiga Rangkaian Utama: Edukasi, Inovasi, dan Aksi Langsung

“Edu Mangrove” dirancang komprehensif dalam tiga rangkaian utama:

  1. Sosialisasi dan Edukasi Mangrove: Peserta menerima pemaparan mendalam mengenai peran krusial ekosistem mangrove, mulai dari mencegah abrasi dan intrusi air laut, hingga potensi pemanfaatan sumber daya alam secara lestari.

  2. Games Interaktif & Refleksi Aksi Lingkungan: Menggunakan pendekatan yang modern dan berbasis teknologi, sesi ini bertujuan mengasah sensitivitas dan kepedulian peserta terhadap isu lingkungan melalui permainan kolaboratif.

  3. Aksi Nyata: Puncak acara berupa penanaman kurang lebih 80 bibit mangrove di kawasan pesisir Mamburungan. Jenis bibit telah disesuaikan agar dapat tumbuh optimal dan memberikan dampak jangka panjang bagi perlindungan pantai setempat.

Dalam sesi edukasi, narasumber ahli dari Universitas Borneo Tarakan, Pak Saat Egra, S.Hut., M.App.Sc., Ph.D., menyampaikan materi mengenai manfaat mangrove. Beliau menekankan pentingnya peran ekosistem ini bagi wilayah pesisir.

“Mangrove adalah benteng alam kita yang paling efektif. Bukan hanya menahan abrasi, akarnya juga berfungsi mengendapkan lumpur, menjaga kualitas air, serta menjadi tempat pemijahan krusial bagi biota laut seperti ikan, udang, dan kepiting. Kesadaran untuk menjaganya harus dimulai dari kita, para pemuda,” ujar Pak Saat Egra.

Sementara itu, inisiator kegiatan, Anissa Fitria, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini terus berlanjut.

“Edu Mangrove ini adalah bukti bahwa pemuda Kaltara mampu menjadi agen perubahan dengan mengombinasikan riset, edukasi, dan aksi langsung di alam. Kami berharap 80 bibit yang ditanam hari ini tidak berhenti di sini. Kami sangat berharap kawasan ini dapat dirawat secara berkelanjutan, bahkan ke depan dapat dikembangkan menjadi mini lab untuk riset dan pembelajaran lebih lanjut tentang mangrove,” tegas Anissa.

inisiator kegiatan, Anissa Fitria (kiri). Foto : Ist

Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi erat antara Komunitas Naturisia dengan berbagai pihak, termasuk dukungan dari Kemenpora RI, Dispora Provinsi Kalimantan Utara, UPTD KPH Tarakan, Kodaeral XIII Mamburungan, PCMI Kalimantan Utara, serta kalangan akademisi di Tarakan. Dukungan langsung juga diberikan oleh perwakilan Asisten Deputi Pengembangan Kepemudaan Global Kemenpora.

Aksi “Edu Mangrove” ini sukses menjadi momentum penting dalam menumbuhkan kesadaran kolektif, terutama di kalangan Gen Z, mengenai urgensi menjaga ekosistem pesisir dan membuktikan bahwa inovasi pasca-program pertukaran pemimpin muda dapat diwujudkan dalam kontribusi nyata di daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *