Walikota Tarakan Buka OSMB UT Tarakan 2026, Tekankan Kesiapan Society 5.0

Tekno10 Views

Tarakan, NEAZONE.ID – Mengawali kalender akademik semester 2026.1, Universitas Terbuka (UT) Tarakan menggelar Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) secara masif yang penyelenggaraannya diawali di Kota Tarakan.

Kegiatan ini menandai dimulainya rangkaian Layanan Pendukung Keterampilan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ) yang menjangkau seluruh wilayah operasional di Provinsi Kalimantan Utara hingga Tawau dan Kinabalu, Malaysia.

OSMB merupakan kegiatan pengenalan mengenai proses belajar di perguruan tinggi. Khusus di UT yang menerapkan sistem belajar jarak jauh, maka OSMB di UT ditekankan pada proses belajar mandiri.

Kegiatan OSMB ini merupakan kegiatan yang bersifat wajib (mandatori) bagi seluruh mahasiswa baru guna memastikan mereka menguasai ekosistem belajar di UT, mulai dari registrasi, pembelajaran, ujian, hingga penjaringan kelulusan. Kegiatan ini akan diselenggarakan pada seluruh Kabupaten/Kota di Kalimantan Utara hingga awal Maret 2026.

Acara dibuka secara resmi oleh Walikota Tarakan, yang dalam orasi ilmiahnya menekankan bahwa mahasiswa di wilayah perbatasan harus menjadi motor penggerak transformasi digital. Beliau menyoroti bahwa pada tahun 2026, persaingan global tidak lagi hanya bertumpu pada ijazah, melainkan pada ketangkasan kognitif.

“Dunia sedang bergerak melampaui industri 4.0 menuju Society 5.0. Mahasiswa Universitas Terbuka harus menjadi individu yang adaptif. Mahasiswa UT memiliki keunggulan fleksibilitas yang tidak dimiliki mahasiswa konvensional, gunakan itu untuk membaca peluang ekonomi baru dan mengisi celah kebutuhan SDM yang mampu menyelaraskan teknologi dengan solusi sosial,” tegas Walikota di hadapan ribuan peserta.

Menyadari kompleksitas tantangan sosial yang dihadapi generasi Z dan Alpha, UT Tarakan berkolaborasi dengan tokoh intelektual daerah. Ketua Pemuda ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia) Kalimantan Utara turut hadir sebagai narasumber untuk membedah materi “Pencegahan Penyimpangan Orientasi Seksual dalam Konteks Kepemudaan”.

Dalam paparannya, narasumber menekankan bahwa kepemimpinan masa depan memerlukan fondasi moral yang kokoh. Di tengah arus globalisasi yang masif, edukasi mengenai orientasi seksual yang selaras dengan norma agama, hukum, dan budaya bangsa menjadi instrumen penting dalam menjaga kualitas demografi pemuda agar tetap produktif dan tidak terjebak dalam disorientasi sosial yang dapat menghambat potensi kepemimpinan mereka.

UT Tarakan berkomitmen membekali mahasiswa dengan keterampilan literasi digital dan kemandirian belajar yang menjadi standar global pendidikan jarak jauh masa kini. Dengan dimulainya OSMB ini, diharapkan para mahasiswa mampu mengoptimalkan fleksibilitas belajar yang ditawarkan UT untuk mencetak SDM unggul bagi Kalimantan Utara dan Indonesia.

Hingga akhir penutupan pendaftaran mahasiswa baru pada minggu ke-III Januari lalu, UT Tarakan telah menerima calon mahasiswa baru sejumlah 1002 orang yang berasal dari seluruh wilayah

Kalimantan Utara dan Sabah, Malaysia. Peningkatan jumlah mahasiswa di Kalimantan Utara dibutuhkan guna mendongkrak Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi di Kalimantan Utara yang tercatat masih pada angka 27,93% pada tahun 2025, masih jauh di bawah APK Perguruan Tinggi nasional sebesar 32,89%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *