Dari Toko Sembako ke Kursi Dekan, Kisah Profesor Baru UBT yang Tak Pernah Berhenti Belajar

Tarakan, NEAZONE.ID – Bagi sebagian orang, angka dan laporan keuangan mungkin hanyalah deretan data yang kaku. Namun bagi Prof. Dr. E. Mohamad Nur Utomo, S.E., M.Si., setiap angka adalah cerita tentang peluang, keberlanjutan, dan masa depan. Sebagai Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan (UBT), ia tidak hanya duduk di balik meja kerja yang rapi; ia adalah seorang pengembara ilmu yang telah melintasi berbagai dinamika zaman.

Antara Debu Lapangan dan Ruang Kuliah

Langkah kakinya pernah merasakan kerasnya lantai industri di PT Intraca Wood dan PT Baradinamika Sukses. Ia pernah bergulat dengan detail akuntansi di birokrasi pemerintahan, hingga mengelola sebuah koperasi syariah dari nol hingga menjadi yang terbaik di Tarakan.

Namun, panggilan jiwanya justru berlabuh di dunia pendidikan. Sejak September 2002, saat Universitas Borneo Tarakan masih merintis jalannya, Prof. Nur Utomo sudah memilih untuk “mewakafkan” pikirannya di sana. Ia membuktikan bahwa seorang akademisi yang hebat adalah mereka yang pernah merasakan “dinginnya” kegagalan usaha dan “panasnya” persaingan pasar.

Profesor yang “Pernah Berdagang”

Apa yang membuat mahasiswanya terpaku saat beliau mengajar kewirausahaan? Jawabannya sederhana: Beliau tidak bicara teori kosong. Prof. Nur Utomo adalah praktisi yang pernah mengelola toko sembako, jasa fotokopi, hingga bisnis aksesori.

“Dosen harus menjadi cermin,” begitulah semangat yang ia bawa. Keberaniannya terjun ke dunia usaha mandiri memberikan warna berbeda dalam setiap kuliahnya. Ia mengajarkan bahwa ekonomi bukan sekadar menghitung laba, tapi tentang ketangguhan mental untuk bangkit saat jatuh.

Membawa Suara Perbatasan ke Panggung Dunia

Meski mengabdi di wilayah perbatasan Indonesia, cakrawala berpikir Prof. Nur Utomo tidak pernah terbatasi sekat geografis. Dari ruang kerjanya di Tarakan, ia menembus dinding-dinding jurnal internasional.

Dengan 15 karya yang diakui dunia melalui indeks Scopus dan berbagai penghargaan Best Paper di tingkat internasional, ia membuktikan bahwa kualitas intelektual dari Kalimantan Utara mampu bersaing secara global. Penghargaan sebagai Tokoh Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia dari Bank Indonesia pun menjadi bukti sahih bahwa dedikasinya diakui secara nasional.

Nakhoda dengan Visi Humanis

Kini, sebagai Dekan, ia memikul tanggung jawab besar untuk membawa Fakultas Ekonomi UBT melaju lebih kencang. Di bawah kepemimpinannya, riset tidak lagi dianggap sebagai beban administratif, melainkan sebuah solusi bagi permasalahan daerah.

Ia memadukan ketegasan seorang manajer keuangan dengan kelembutan seorang guru. Baginya, kesuksesan seorang dekan bukan diukur dari berapa lama ia menjabat, melainkan berapa banyak mahasiswa yang mampu ia hantarkan menjadi mandiri dan berintegritas.

Prof. Nur Utomo adalah potret nyata bahwa pendidikan di perbatasan tidak boleh kalah langkah. Ia adalah nakhoda yang percaya bahwa dengan ilmu yang tepat dan kerja keras yang tulus, mutiara dari utara Indonesia akan bersinar hingga ke mancanegara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *